Image and video hosting by TinyPic

285 CPNS jadi PNS


perwatabatam
RABU, 28 NOVEMBER 2012 00:00

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 285 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kepri diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, Selasa (27/11). Mereka terdiri 281 CPNS penerimaan tahun 2011, dua CPNS pengangkatan tahun 2010, satu CPNS pengangkatan tahun 1997 dan satu CPNS pengangkatan tahun 1987.

*Ilustrasi

”CPNS yang diangkat adalah 19 orang pangkat 3B, 157 orang pangkat 3A, 104 orang pangkat 2B dan 5 orang pangkat 2A,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemprov Kepri Abdul Malik, kemarin.

Malik berharap, PNS yang baru diangkat dapat bekerja dengan baik. Dengan pelantikan ini, maka seluruh telah menjadi PNS 100 persen. ”Selamat bekerja,” kata Abdul Malik lagi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Suhajar Diantoro mewakili Gubernur Kepri mengharapkan agar seluruh PNS dapat mengingat tugas dan tanggungjawabnya.

”Saya berharap sumpah tadi dipegang betul-betul. Karena dengan anda memutuskan jadi PNS, Anda terikat dengan peraturan,” kata Suhajar.

Untuk menjalankan sumpah itu, sambung Suhajar, seluruh PNS diharapkan dapat tetap menjunjung tinggi disiplin. Sebab, hanya dengan disiplinlah seorang PNS dapat melayani masyarakat dengan baik.

”Saya minta BKD meningkatkan disiplin seluruh PNS. Karena tantangan kita semakin berat kedepannya,” pungkasnya. (zek) (9)

Bersambung Silahkan Klik disini....

Dishub Tanjungpinang Habis Akal Atasi Semrawut Jalan Merdeka


perwatabatam
RABU, 28 NOVEMBER 2012 00:00

Tanjungpinang, Sepertinya masalah kesemrawutan jalan Merdeka dan sekitarnya tak bisa diatasi. Buktinya Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang belum bisa memberikan jawaban atas persoalan tersebut.

Sebagaimana disampaikan Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Sumardi S.Sos saat menjawab wartawan, Rabu 28 November 2012.

”Kesemrawutan Jl Merdeka dapat teratasi dengan baik, apabila semua pihak turut serta dan mempunyai kesadaran berlalulintas dengan baik,” demikian jawaban yang diberikan Sumardi ketika ditemui di ruang kerjanya.

Masih menurut Sumardi, berkali-kali pemerintah telah mengimbau agar masyarakat Tanjungpinang bisa mematuhi aturan yang berlaku. Tidak parkir di sembarangan tempat. Tetapi, masyarakat acuh tak acuh soal imbauan itu.

Sementara petugas parkir pun tak bisa banyak berbuat. Para jukir itu hanya bisa mengarahkan agar pengguna jalan mentaati aturan parkir yang berlaku. Tak jarang juga ada pengguna jalan yang marah saat diberikan teguran agar tidak parkir sembarangan.

Disinggung soal taksi gelap yang marak di pelabuhan, Sumardi juga tak bisa berbuat banyak karena keberadaan taksi gelap tersebut berada di area pelabuhan.

Kewenangan pihak pelindo untuk melakukan penertiban. Kata Sumardi, di pelabuhan Sri Bintan Pura, saat ini tercatat ada 20 taksi yang resmi dan mengantongi izin.

”Masalah taksi gelap kita tidak bisa ikut campur. Sebab yang mengurus masalah ini bukan dishub kota. Kita tadak dapat laporan instansi pngelolaan taksi pelabhan, jadi yang tahu persis masalah taksi di pelabuhan Sri Bintanpura, otoritas pihak pelindo,” demikian kata Sumardi.(Desi)


Bersambung Silahkan Klik disini....

Warga Tanjung Buntung Minta Dialiri Air, Warga Demo BP Batam


perwatabatam
RABU, 28 NOVEMBER 2012 00:00

BATAM CENTRE (HK)- Tidak kurang 150 warga dari RW II Kelurahan Tanjungbungtung Kecamatan Bengkong melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kedatangan warga tersebut, meminta kejelasan status lahan daerah yang ditempati, sehingga kebutuhan air bersih bisa mengalir.
Nurhidayat selaku Ketua RW II setempat ditemui di lokasi mengatakan, saat ini warga yang berada di kawasan tersebut sekitar 700 Kepala Keluarga tidak dapat menikmati air bersih seperti kebanyakan masyarakat di Batam.
 Ratusan  warga Tanjung Buntung Bengkong melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (27/12) Kedatangan warga tersebut, meminta kejelasan status lahan daerah yang ditempati, sehingga kebutuhan air bersih bisa mengalir.
Sebab, rumah yang ia tempati berada di lahan yang sampai saat ini belum dikeluarkan izin oleh BP Batam. Sehingga, perusahaan ATB, tidak bisa mengaliri air bersih ke rumah warga sekitar.

"ALasan BP, rumah yang kami tempati karena alih fungsi hutan lindung, tapi ternyata ada perumahan yang di samping perumahan kami bisa berdiri dan dialiri air. Begitu juga dengan Polsek Bengkong yang baru berdiri langsung dialiri air, tapi kita tidak bisa," kata Nurhidayat, Selasa (27/11).

Lebih jauh, kata Nurhidayat, hal yang menambah kekecewaan warga karena pipa induk milik ATB sudah terpasang di jalan utama melintasi rumah warga sejak empat tahun silam. Namun, tetap tidak bisa memberikan setets air bersih bagi warga. Dan hal ini sudah berlangsung lama.

Selama ini, lanjut Nurhidayat, warga sekitar menggunakan air bersih dengan cara membeli, dengan harga Rp8 ribu per drumnya hanya bisa dipakai maksimal satu hari untuk tiga orang. Dan warga sudah pernah mengajukan pemasangan instalasi air pada 2006 lalu, namun hingga kini belum juga dialiri dengan alasan kejelasan lahan.

"Pemerintah harus tanggap. Kami bukan dari keluarga mampu. Dan ini sudah pernah kita sampaikan melalui aksi sebelumnya, tapi tak pernah ditanggapi," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, juga diikuti puluhan anak-anak yang berusia antara tujuh hingga 12 tahun. Mereka datang sembari memukul botol air mineral, gerigen dan ember yang dibawannya dari rumah sambil berterik meminta air.

"Air, air. Air, air," teriak anak-anak tersebut serentak secara berulang-ulang.

Meski aksi sedikit tegang, aksi yang dimulai sekitar empat jam lebih itu, berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Para warga ditemui Dwi Joko Wiwiho selaku Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam.

Kata Joko, kawasan yang ditempati warga memang statsunya hitan lindung. Dan pihak BP Belum bisa memutuskan apa-apa.

"Kami akan krosecek dulu ke lapangan. Tapi yang jelas, kawasan pemukiman itu adalah hutan lindung yang ditempati warga," kata joko.(mnb)

Bersambung Silahkan Klik disini....

( Big Bos Satnusa ) Abidin Hasibuan Adu Akting dengan Aktor Ray Sahetapy


perwatabatam

Pengusaha Batam Abidin Hasibuan main film. Dia memerankan dirinya sendiri alias tampil sebagai cameo. Dalam film berjudul True Heart yang akan diputar serentak di jaringan bioskop 21 dan XXI mulai 7 Februari 2013 itu, ada adegan pertemuan para pengusaha di kantornya, PT Sat Nusapersada.

 “Ini pengalaman pribadi yang unik tak ternilai bagi saya. Hidup ini kan singkat. Jadi kita harus cari pengalaman hidup yang banyak. Kebetulan Sunardi, produser film ini, teman lama saya. Teman baik dari dulu,” kata Abidin kepada Batam Pos, kemarin.
 
Sunardi adalah eksekutif produser PT Bonadea Sinema. Perusahaan film asal Batam yang berkantor di Komplek Ruko Permata Niaga.

“90 persen lebih adegan film ini lokasinya diambil di Batam,” kata Erma Yudiawati, produser True Heart. Ia menyebutkan beberapa tempat yang menjadi ikon Batam seperti Jembatan Barelang, Pantai Melur, kampus Politeknik Batam, dan Ruko Sukajadi.

“Pesan moral ceritanya bagus, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Makanya saya semangat bantu dan ikut main,” kata Abidin. Ia sama sekali tak dibayar. “Kalau dibayar juga saya kembalikan honornya,” ujarnya.

Dalam film tersebut, Abidin menjadi tokoh pengusaha besar yang perusahaannya sudah go public berkawan dengan Handoko yang diperankan oleh aktor Ferene Raymond Sahetapy– yang akrab disapa Ray Sahetapy, ayah dari pemeran utama Ferry (Agung Saga; film D’Love, The Witness dan bintang iklan Tekita dan Pop Ice).

Ferry – diceritakan dalam film yang skenarionya ditulis oleh Armantono ini sejak kecil sudah kenal Abidin dan sangat disayanginya – berusaha lepas dari ketergantungan pada narkoba setelah tiga sahabat dan adiknya tewas akibat overdosis. Ia didukung oleh Melly (diperan kan oleh Masayu Clara yang dikenal lewat iklan She dan Esia) – gadis dari keluarga nelayan sederhana, yang cintanya sempat diabaikan oleh Ferry. Melly adalah siswi pintar yang dapat beasiswa sehingga bisa bersekolah sama dengan Ferry.

Film ini semakin menarik karena bertabur bintang seperti Gusti Randa (berperan sebagai kepala sekolah), Piere Gruno (gembong narkoba), dan Yachyal Zakri (ingat tokoh Bang Uyan jago karambol dalam sinetron Para Pencari Tuhan) yang berperan sebagai kakek Melly, nelayan sederhana yang pandai berpuisi.

Ismail Sofyan Sani yang menyutradarai film ini seakan menjadi jaminan mutu bahwa ini menjadi film yang bagus. Ia telah menghasilkan lebih dari 45 karya sinema antara lain, Jendela Rumah Kita yang pada tahun 1991-1992 melambungkan nama Dede Yusuf dan Desi Ratnasari. Dia juga yang menghasilkan film laga Singgasana Brama Kumbara (1996), dan juga sejumlah karya sinema seperti Bukan Cinta Biasa, Doa dan Cinta, dan Alkautsar.

Adapun Armantono, si penulis skenario, dikenal sebagai penulis handal yang pernah menang di FFI untuk skenario adaptasi terbaik tahun 2007. Ia antara lain menulis naskah film untuk Surat untuk Bidadari (1993), Daun di Atas Bantal (1997), Virgin (2005), Heart (2006), dan banyak film laris lainnya hingga Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Hafalan Shalat Delisa (2011). Penasaran dengan film ini silakan klik http://bit.ly/UWIQj1

Syuting di Batam selesai dalam waktu 32 hari. Proses pengambilan gambar yang melibatkan Abidin hanya kurang lebih dua jam. “Setelah baca ceritanya, lalu diberi arahan, langsung syuting. Cuma diulangi dua kali. Beres,” kata Abidin.

Apa kesan Abidin setelah ikut bermain dalam film layar lebar? “Saya belum lihat hasilnya. Kalau bagus, bisa saja saya nanti mau jadi produser film,” ujarnya.  (hasan aspahani, batam) (97)

Bersambung Silahkan Klik disini....

Faisal Basri: Ical Jadi Cawapres, Indonesia Kiamat




perwatabatam
TEMPO.CO, Jakarta - Pegiat antikorupsi Faisal Basri meragukan kemampuan Aburizal Bakrie untuk memimpin Indonesia. Soalnya, Ical--sapaan akrab Aburizal--belum menyelesaikan berbagai perkara yang membelitnya. "Kalau Ical menggantikan Boediono, kiamatlah Indonesia," katanya di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 25 November 2012.

Faisal mencontohkan, hingga sekarang Aburizal belum mengganti dana investasi nasabah yang ditanamkan d Bakrie Life, anak usahanya yang bergelut di bidang asuransi. Belum lagi perkara lumpur Lapindo yang sampai sekarang masih menyembur. Beban masa lalu itu yang membuat Aburizal memiliki rekam jejak yang tak mulus dalam dunia politik.

"Rakyat saja dia telantarkan," ujarnya. Faisal melanjutkan, jika untuk menjadi wakil presiden saja kemampuan Aburizal diragukan, apalagi untuk menjadi calon presiden pada 2014. "Janganlah jadi wakil presiden, apalagi jadi presiden," ucapnya.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, memang telah mengukuhkan diri sebagai calon presiden pada 2014 mendatang. Dia mengklaim posisinya sebagai calon tersebut telah aman. "Kami sudah memutuskan hanya mengusung satu nama calon presiden," katanya akhir Oktober lalu.

NUR ALFIYAH

Bersambung Silahkan Klik disini....

Mantan Polisi ini Pilih Jadi Bandit





Perwatabatam
 

Seorang Mantan Polisi, Andi Usmanto, Babak Belur Dihajar Massa Ketika Mencoba Merampok Toko Acer Centre Jogyakarta Beberapa Waktu Lalu

JAKARTA, www.kepribangkit.com – Citra polisi sebagai aparat penegak hukum menduduki derajat yang terpandang dalam strata sosial masyarakat. Mereka mendapat perlakuan khusus lantaran di tangan mereka para bandit pelaku kejahatan ditangkap untuk kemudian diadili.

Tetapi, citra polisi ternyata tak selalu baik. Muka korps bhayangkara kini tercoreng akibat ulah beberapa anggotanya yang terlibat kejahatan.

Salah satu contoh, dua orang anggota Polres Indramayu, Bripda Imam Sutrisno dan Briptu Bambang Komara tertangkap bersama seorang wartawan saat sedang merampas sepeda motor di kawasan Cirebon pada Sabtu (26/5).

Hasil pemeriksaan pun menyebutkan mereka telah menjalankan aksi sebanyak 21 kali. Rinciannya, 13 aksi mereka jalankan di Indramayu, 3 aksi di Kota Cirebon, 3 aksi di Kabupaten Cirebon, sekali di Subang dan sekali di Majalengka.

Terdapat pula kasus kejahatan lain yang dilakukan oleh kepolisian. Misalnya, kasus perampokan truk di Medan Sunggal. Dua orang pelaku, RP (35) dan RG (36) yang tertangkap pada Rabu (3/10) ternyata merupakan mantan anggota Polres Binjai.

Dari hasil pemeriksaan, dua pelaku ini telah menjalankan aksinya selama tujuh kali. Mereka kerap menggunakan senjata api mainan untuk mengancam para korban.

Kasus teranyar adalah bekas ajudan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sofyan Jacob, WN, yang diduga menyewakan senjata api kepada pelaku perampokan uang sebesar Rp 380 juta di sebuah SPBU di wilayah Pantai Utara, Karawang, Sabtu (17/11). WN merupakan anggota kepolisian yang diberhentikan dengan tidak hormat pada tahun 2000 silam.

Selain menyewakan senjata, WN juga diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor sekaligus pencurian dengan pemberatan di Jakarta. Dalam melakukan aksinya, WN dibantu oleh DE yang merupakan mantan polisi dan dipecat pada tahun 2003. Keduanya telah menjalankan aksi kejahatan sejak tahun 2008.

Pangkat terakhir WN adalah Brigadir. Sementara DE yang mantan anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dipecat pada 2003 dengan pangkat Bripka.

Herry menjelaskan WN dan DE terlibat komplotan penjahat berjumlah tujuh orang lainnya yang merampok uang milik SPBU Karawang pada Sabtu (17/11) lalu. (net/KB2)

Bersambung Silahkan Klik disini....

Musda KNPI Batam Dipertanyakan



Perwatabatam
BATAM CENTRE (HK)- Musda KNPI Kota Batam yang akan digelar akhir Januari 2013 mendatang dipertanyakan berbagai pihak. Pasalnya, KNPI Provinsi Kepri sendiri saja sampai saat ini belum menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) sehingga tidak perlu buru-buru menggelar Musda.
"Kenapa harus buru-buru menggelar Musda. Sementara provinsi saja yang sudah habis masa jabatannya bertahun-tahun tapi belum juga digelar Musprov. Seharusnya kita, KNPI kabupaten/kota mendesak agar Musprov KNPI itu segara digelar, bukan memikirkan bagaimana Musda itu secepatnya dilaksanakan," kata Ketua Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKK) KNPI Batam, Bambang Herbudi via ponsel tadi malam.

Herbudi mengatakan, masa jabatan Ketua KOmite Nasional Indonesia (KNPI) Batam, Gustian Riau itu berakhir belum genap satu bulan. Tapi semuanya sudah sibuk membentuk panitia Musda dan lainnya. Namun kalau di Provinsi semua diam, ada apa ini?. Untuk itu dia berharap kepada semua pengurus  menyikapi masalah ini dengan jernih.

"Paling tidak kita semua mendorong digelarnya Musprov KNPI provinsi terlebih dulu baru kita gelar Musda," katanya.

Meski demikian Herbudi kembali menegaskan, ia tidak keberatan dengan digelarnya Musda tersebut, tapi paling tidak Musprov yang harus dilaksanakan terlebih dahulu.

Di sisi lain Herbudi juga menyinggung soal rapat pleno pembentukan panitia Musda. Memang diakuinya saat itu ia tidak hadir rapat, karena lagi ada urusan. Tapi paling tidak rapat  itu harus memenuhi qourum, sayangnya yang hadir saat itu sekitar belasan orang saja. Padahal pengurus harian sebanyak empat puluhan orang.

"Siapapun panitia Musda tidak jadi masalah, tapi mekanisme organisasi itu harus jalan. Jadi saya meminta rapat pleno harus digelar ulang," katanya.

Senada dengan itu, Penasehat KNPI Kota Batam, Nurdin Aryantho mengaku banyak sekali pengurus harian menghubunginya dan meminta pendapat soal Musda KNPI itu.

Semuanya kata Nurdin  keberatan dengan digelarnya Musda. Alasannya, Musda KNPI Batam tidak begitu mendesak untuk digelar, karena di provinsi saja belum digelar. Apalagi di KNPI pusat sendiri juga masih terjadi dualisme kepemimpinan. Jadi Nurdin menegaskan agar Musda KNPI Batam sebaiknya dibatalkan.

"Lebih kurang 35 pengurus KNPI Batam menghubungi saya dan mempertanyakan soal Musda. Kami juga telah melakukan rapat dan keputusannya Musda harus dibatalkan, sambil menunggu Musprov KNPI Kepri," kata Nurdin, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, panitia Musda KNPI Batam telah terbentuk, Jumat (23/11) lalu. Ketua panitianya, Asrin Silitonga. Bursa calon ketua KNPI Batam pun mulai bermunculan. Mereka adalah Adi Madja, Dicky Widjaya, Kepala Tata Usaha Dispenda Kepri,  Ibrahim Koto, PNS BP Kawasan, Ernawati, Sekertaris DPC PDIP Perjuangan, incumbent Ketua KNPI, H Gustian Riau, dan Iman Sutiawan serta Hubertus Ld.

Sementara itu Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Batam, Faisal Ola secara tegas mengatakan, jika KNPI Batam bergejolak karena masih ada pro dan kontra terkait Musda, maka MPI akan mengambil alih segera KNPI Batam, karena masa jabatan ketua telah habis. (ulo)

Bersambung Silahkan Klik disini....
ngukus ngukus ngukus