Image and video hosting by TinyPic

Tampilkan postingan dengan label BERITA KEPRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA KEPRI. Tampilkan semua postingan

Burung suka Kelayapan, Bersama WIL Oknum Polisi Terjaring Razia

Perwata Batam

 
Razia ini dimulai dengan berkumpulnya anggota Propam Polresta di halaman Mapolresta Jumat sore itu. Dengan menggunakan tiga mobil, tim yang turun melaksanakan razia langsung meluncur menuju hotel. Begitu tiba di sana, satu per satu kamar diperiksa, untuk memastikan apakah ada anggota polisi yang berada di sana.

Dijumpailah dua orang anggota Polda Riau, yakni RR dan WR sedang berada di kamar berbeda bersama pasangan tanpa ikatan pernikahan yang sah.
Selain kedua polisi ini, seorang oknum pegawai Kejaksaan dengan inisial IS yang bertugas di bagian Datun juga terjaring dengan perempuan yang bukan istrinya.

Pada razia ini juga, beberapa pasangan muda-mudi tak luput terjaring. Ada yang masih berusia 16 tahun, bahkan ada pula pasangan muda-mudi yang setelah didata ternyata di ponselnya terdapat rekaman video mesum pasangan ini.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar melalui Kasat Binmas kompol Azwir Antony didampingi Kasi Propam AKP Novaldi usai razia mengatakan, ini adalah razia rutin yang digelar untuk menertibkan anggota yang melakukan pelanggaran. ’’Dua oknum yang terjaring ini kita data dan kita beri pengarahan agar tak mengulangi perbuatannya lagi,’’ kata Antony.
Sementara itu, Kasi Propam mengatakan, pihaknya akan menyerahkan penyelesaian pasangan sipil yang bukan suami istri ke Satuan Reserse Kriminal. ’’Selain anggota, penanganannya kita serahkan ke reskrim,’’ ujar Novaldi.(rpg)

 Sumber : www.kepribangkit.com


Bersambung Silahkan Klik disini....

Di BATAM 384 Meninggal karena AIDS



Perwatabatam
 

Jumlah korban yang tertular HIV/ AIDS di Batam setiap tahunnya cenderung meningkat. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah penderita HIV dan AIDS sebanyak 3.293 orang. Sementara  korban meninggal dunia di antaranya sudah mencapai 384 orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Batam, Pieter Pureklolong, saat konfrensi pers di Gedung Bersama Pemko Batam, Jumat (30/11). Peningkatan penderita penyakit HIV/ AIDS ini meningkat karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian, pencegahan dan penularan HIV/ AIDS.

Pieter mengatakan, dalam 1992 hingga 2008 jumlah yang terinfeksi HIV 1.066 orang dan yang positif AIDS 464 orang, di mana 177 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2009 yang terifeksi HIV 273 orang dan yang positif aids 77 orang dan yang meninggal 36 orang. Sementara 2010 yang terinfeksi HIV sebanyak 317 orang dan yang positif aids 134 orang, 74 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2011 yang terinfeksi 397 orang dan yang positif aids 151 orang dan yang meninggal dunia 59 orang.

Sementara, 2012 hingga Oktober yang tertular HIV sudah mencapai 423 orang dan yang positif aids 254 orang dan yang sudah meninggal sudah mencapai 54 orang.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, total keseluruhan  yang terinfeksi HIV adalah 2.340 orang, sementara yang positif aids sebanyak 953 orang dan yang sudah meninggal dalam 10 tahun terakhir 384 orang,” kata Pieter.

Pieter menambahkan penularan HIV/ AIDS bagi manusia terjadi karena pasangan yang berganti-ganti, melalui transfusi darah dan penggunaan narkoba. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak menjauhi penderita Aids karena tidak menular melalui kegiatan kontak sosial.

Terkait pelaksanaan peringatan Hari Aids se-Dunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) akan bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB). Nurmadiyah, selaku Ketua Panitia Hari Aids se-Dunia tingkat Kota Batam mengatakan, tema peringatan Hari Aids se-Dunia kali ini adalah “Melindungi Perempuan dan Anak”.
Dalam memperingati Hari Aids se-Dunia, Sabtu (1/12) ini KPA dan pemberdayaan perempuan sudah melakukan penyuluhan tentang HIV/ Aids ke 10 sekolah di Batam. Selain itu, panitia juga akan membagikan pita merah dan bunga kepada masyarakat di Batam. Beberapa lokasi pemberian bunga dan pita tersebut di antaranya Pelabuhan Sekupang dan Punggur dan semua lampu merah di Batam.

Nurmadiyah mengatakan Komisi Penangulangan aids dengan BPPKB akan berupaya terus untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di Kepri.

“Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak mengenai bahaya yang ditimbulkan Aids ini,” katanya.

Nurmadiyah mengatakan, sebelumnya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana sudah melakukan beberapa kegiatan di antaranya penyuluhan kesehatan reporduksi terhadap remaja dan menyelamatkan perempuan dan anak dari HIV/ Aids.

“Batam sangat strategis yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara. Makanya harus hati-hati terhadap kesehatan perempuan dan anak terutama dalam penularan HIV/ AIDS,” tegas Nurmadiah. *** (21)

Sumber : Batampos

Bersambung Silahkan Klik disini....

285 CPNS jadi PNS


perwatabatam
RABU, 28 NOVEMBER 2012 00:00

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 285 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kepri diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, Selasa (27/11). Mereka terdiri 281 CPNS penerimaan tahun 2011, dua CPNS pengangkatan tahun 2010, satu CPNS pengangkatan tahun 1997 dan satu CPNS pengangkatan tahun 1987.

*Ilustrasi

”CPNS yang diangkat adalah 19 orang pangkat 3B, 157 orang pangkat 3A, 104 orang pangkat 2B dan 5 orang pangkat 2A,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemprov Kepri Abdul Malik, kemarin.

Malik berharap, PNS yang baru diangkat dapat bekerja dengan baik. Dengan pelantikan ini, maka seluruh telah menjadi PNS 100 persen. ”Selamat bekerja,” kata Abdul Malik lagi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Suhajar Diantoro mewakili Gubernur Kepri mengharapkan agar seluruh PNS dapat mengingat tugas dan tanggungjawabnya.

”Saya berharap sumpah tadi dipegang betul-betul. Karena dengan anda memutuskan jadi PNS, Anda terikat dengan peraturan,” kata Suhajar.

Untuk menjalankan sumpah itu, sambung Suhajar, seluruh PNS diharapkan dapat tetap menjunjung tinggi disiplin. Sebab, hanya dengan disiplinlah seorang PNS dapat melayani masyarakat dengan baik.

”Saya minta BKD meningkatkan disiplin seluruh PNS. Karena tantangan kita semakin berat kedepannya,” pungkasnya. (zek) (9)

Bersambung Silahkan Klik disini....

Dishub Tanjungpinang Habis Akal Atasi Semrawut Jalan Merdeka


perwatabatam
RABU, 28 NOVEMBER 2012 00:00

Tanjungpinang, Sepertinya masalah kesemrawutan jalan Merdeka dan sekitarnya tak bisa diatasi. Buktinya Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang belum bisa memberikan jawaban atas persoalan tersebut.

Sebagaimana disampaikan Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Sumardi S.Sos saat menjawab wartawan, Rabu 28 November 2012.

”Kesemrawutan Jl Merdeka dapat teratasi dengan baik, apabila semua pihak turut serta dan mempunyai kesadaran berlalulintas dengan baik,” demikian jawaban yang diberikan Sumardi ketika ditemui di ruang kerjanya.

Masih menurut Sumardi, berkali-kali pemerintah telah mengimbau agar masyarakat Tanjungpinang bisa mematuhi aturan yang berlaku. Tidak parkir di sembarangan tempat. Tetapi, masyarakat acuh tak acuh soal imbauan itu.

Sementara petugas parkir pun tak bisa banyak berbuat. Para jukir itu hanya bisa mengarahkan agar pengguna jalan mentaati aturan parkir yang berlaku. Tak jarang juga ada pengguna jalan yang marah saat diberikan teguran agar tidak parkir sembarangan.

Disinggung soal taksi gelap yang marak di pelabuhan, Sumardi juga tak bisa berbuat banyak karena keberadaan taksi gelap tersebut berada di area pelabuhan.

Kewenangan pihak pelindo untuk melakukan penertiban. Kata Sumardi, di pelabuhan Sri Bintan Pura, saat ini tercatat ada 20 taksi yang resmi dan mengantongi izin.

”Masalah taksi gelap kita tidak bisa ikut campur. Sebab yang mengurus masalah ini bukan dishub kota. Kita tadak dapat laporan instansi pngelolaan taksi pelabhan, jadi yang tahu persis masalah taksi di pelabuhan Sri Bintanpura, otoritas pihak pelindo,” demikian kata Sumardi.(Desi)


Bersambung Silahkan Klik disini....
ngukus ngukus ngukus