Image and video hosting by TinyPic

Hanya ada Di BATAM, Warga Citra Batam Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan


Perwata Batam
  Minggu, 2 Desember 2012 17:02 WIB
 
jalan-berlubang.jpg
Tribunnews Batam/ Istimewa
Kondisi Jalan Berlubang di

 


Laporan Tribunnews Batam, Aprizal
BATAM - Warga yang tinggal disekitar rumah toko (Ruko) perumahan Citra Batam dan Grend Land, tepatnya dibelakang sekolah Indo-Asia Golbal menanam pohon pisang di tengah jalan.

Aksi tersebut sengaja dilakukan karena kondisi jalan yang sudah rusak parah namun tidak juga di perbaiki. Bahkan hampir tiap malam terjadi kecelakaan dilokasi tersebut.

"Jalan ini sudah sangat lama berlubang, tidak siang, tidak malam terjadi kecelakaan, umumnya orang yang menggunakan motor. Bahkan tidak sedikit juga mobil yang langsung rusak setelah masuk kedalamnya,"ujar Firman setelah menanam pohon pisang setinggi 2 meter.


Editor : imans_7811
 
 
Bersambung Silahkan Klik disini....

Korban Trafficking Di Batam di amankan

Perwata Batam


Tiga wanita yang diduga korban traficking dijemput dan diamankan Tim Buser Satreskrim Polresta Barelang dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah panti pijat Flaminggo di kawasan Nagoya Newtown, Sabtu (1/12) lalu. Ketiga perempuan yang diduga korban trafficking ini adalah Dian Suci Rahayu (19), Santi (33) dan Cici.

Mereka kemudian dibawa oleh tim Buser Polresta Barelang ke unit PPA Satreskrim Polresta Barelang. Sementara satu korban lainnya, Dita yang masih berumur 17 tahun dan diduga menjadi korban  bersama ketiga perempuan itu masih dicari buser. Sebab saat penggerebekan, Dita yang tercatat sebagai pekerja di panti pijat Flaminggo tengah berada di luar karena dibooking pelanggan.

Informasi yang didapat Batam Pos, penggerebekan tersebut berawal dari adanya laporan yang masuk di Polres Cianjur, Jawa Barat, yang menyebut ada satu korban trafficking di Batam. Dari pengembangan kasus itu, petugas mengamankan dua tersangka sindikat trafficking di Cianjur. Sementara korbannya dicari dan dijemput ke Batam.

Direktur LSM Gerakan Anti Trafficking (GAT) Kepri, Samsul Rumangkang yang ikut dalam penggerebekan di Flaminggo itu mengungkapkan, korban direkrut oleh orang suruhan dari pihak panti pijat yang bernama Cece alias Ling-ling. “Keempat korban ini direkrut oleh Cece, dari daerah asal mereka di Cianjur korban. Selanjutnya korban dibawa ke Bekasi,” kata Samsul.

Keempat korban ini sebelumnya dijanjikan oleh tersangka hendak dipekerjakan di Batam sebagai pelayan restoran. Begitu sampai di Bandara Hang-Nadim Batam, keempatnya baru dikasih tahu bahwa mereka akan dipekerjakan di panti pijat. Tapi parahnya, mereka dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang.
“Keempat korban ini tak bisa apa-apa begitu sampai di Batam. Sebab segala akomodosi dan biaya hidup telah ditanggung pemilik panti pijat. Untuk keluar dari pekerjaannya, keempat perempuan itu harus membayar semua hutang yang berkisar antara Rp 7 juta hingga 10 juta,” terang Syamsul.(gas) (73)

Sumber : Batam Pos


Bersambung Silahkan Klik disini....

Fani Oktora Empat Hari Jadi Istri Bupati

Perwata Batam

Mimpi Fani Oktora untuk membangun rumah tangga dengan bupati pupus hanya dalam waktu empat hari. Bupati Garut Aceng H.M. Fikri yang menikahinya secara siri menceraikannya melalui SMS. Dia shock. Demikian juga orang tuanya.

Fani Oktora (kiri) terhibur setelah diajak berwisata di Jakarta oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut, Rani Permata (tengah).

Tidak mudah menemui Fani Oktora, 18. Untuk bisa bertemu perempuan yang dinikah kilat oleh Bupati Garut Aceng H.M. Fikri itu harus melalui perantara salah seorang pengurus Pondok Pesantren Al-Fadhilah, Raden Heri Muhammad Jawari. Saat ini perempuan kelahiran 8 Oktober 1994 itu tinggal di rumah sang nenek di Kampung Cukang Galeuh, Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Garut, Jabar.
Sejak kasus pernikahan yang empat hari kemudian cerai tersebar di media cetak dan elektronik, Fani shock berat. Dia mengurung diri di kamar. Kondisinya semakin buruk setelah Dedah, ibunya, dan Udin Saepudin, bapaknya, mengalami hal serupa. Untungnya, Udin cepat bangkit sehingga tidak separah istrinya.
Rumah yang ditinggali Fani dan Ade, sang nenek, merupakan rumah panggung berukuran sedang. “Akhir-akhir ini Fani sering mengurung diri di kamar.

Sejak peristiwa itu (dicerai, red), dia memang tinggal sama saya, karena rumah orang tuanya juga runtuh,” ujar Ade. Ya, bersamaan dengan mencuatnya kasus ini, rumah orang tua Fani juga roboh dan sekarang dalam perbaikan.

Orang yang ingin bertemu Fani memang diterima Ade. Fani sendiri enggan bertemu orang lain. Begitu juga ketika Radar Tasikmalaya (Batampos Pos Group) mendatangi rumah Ade.
Namun, setelah sekian lama ditunggu, akhirnya Fani keluar dari kamarnya. Wajahnya tampak kusut dalam balutan kerudung abu-abu motif bunga. Dia mengenakan baju tidur pink.
Fani mengaku, harapannya untuk hidup bahagia dari pernikahannya dengan orang nomor satu di Garut saat ini malah menjadi neraka bagi seluruh keluarga. Pernikahannya hanya berlangsung empat hari. Keluarganya pun merasa dilecehkan dengan cara bupati menceraikannya.

“Kami menikah 14 Juli dan bupati menjatuhkan talak melalui SMS pada 17 Juli saat berada di Jakarta mengurusi persiapan umrah,” kata Fani lirih.
Diperlakukan seperti itu keluarga Fani merasa tidak dihargai dan dilecehkan. Karena itu, mereka meminta bupati datang ke rumah. Saat itu Bupati Aceng berjanji datang menemui keluarga setelah pulang dari umrah. Namun, setelah pulang dari Tanah Suci, bupati tak kunjung datang. Hal ini menyulut kemarahan keluarga besarnya, termasuk pesantren tempat Fani mengaji sejak kecil
Fani mengaku, yang dibutuhkan keluarganya hanyalah sebuah pengakuan. Sebab, hal itu akan menumbuhkan kepercayaan diri agar dia dapat melanjutkan kembali hidupnya. Namun, permintaan itu tidak dihiraukan. Karena itu, amarah keluarga pun semakin besar.
Meski saat ini shock, Fani berjanji mengembalikan semangatnya dan berusaha melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bidang kesehatan. Terkait masalahnya dengan bupati, Fani menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang telah dipercaya keluarga, termasuk kepada pihak pesantren tempat dirinya menimba ilmu agama sejak kecil.
Perempuan lulusan SMA itu berjanji akan bangkit dari keterpurukan untuk mengejar cita-cita. Dia sangat ingin membahagiakan orang tuanya. Apalagi, saat ini orang tuanya masih sakit karena terkejut dan kaget atas masalah yang menimpanya.
Raden Heri Muhammad Jawari mengatakan, hubungan antara dirinya dan bupati sebenarnya sangat dekat. Mereka sama-sama santri dan memiliki banyak kepentingan organisasi. Bahkan, Heri mengaku ikut menyukseskan Aceng dalam pilkada lalu hingga akhirnya bisa menjadi bupati Garut.
Heri menegaskan, pihaknya tidak bermaksud menjatuhkan reputasi politik dan karir bupati dengan kasus ini. Jika saat ini bupati menjadi buah bibir masyarakat, itu bukan karena orang lain, tapi akibat perbuatannya sendiri.

Menurut Heri, saat ini seluruh keluarga Fani dalam kondisi kurang baik. Dua orang tuanya sakit. Bapaknya tak lagi bisa bekerja di perusahaan katering di Bandung. Bahkan, adiknya ikut sakit. Derita itu ditambah dengan runtuhnya rumah yang mereka tempati.

Menjelang magrib, rumah yang ditinggali Fani didatangi beberapa anggota salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Garut. Mereka sengaja menjaga Fani dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Penjagaan ini dilakukan setiap hari sejak kasus ini mencuat. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata salah seorang anggota LSM tersebut.
Sementara itu, Aceng akhirnya mengakui dirinya pernah menikah siri dengan Fani. Sebelumnya, foto pernikahan bupati dengan Fani sempat tersebar di situs jejaring sosial. Aceng juga mengaku siap meminta maaf kepada keluarga Fani. Namun, dia masih menunggu waktu yang tepat. Meski demikian, dia ingin ditunjukkan letak kesalahannya.

“Jangankan bila saya berdosa, kalau tidak pun saya akan minta maaf. Tapi, ini minta maaf atas dasar apa dulu? Saya akan melihat timing yang tepat. Mungkin saat ini di sana sedang emosi,” katanya kepada wartawan.

Aceng yang saat ditemui wartawan ditemani Charli Van Houten, mantan vokalis ST 12, mengungkapkan, foto pernikahan yang selama ini beredar di internet adalah benar foto pernikahan dirinya dengan Fani yang dilakukan secara agama. Bahkan, istri serta anaknya pun mengetahui perkawinan tersebut. Namun, itu semua terjadi lima bulan lalu dan masalah yang lalu tidak ada kaitannya dengan masalah saat ini.
Aceng juga membantah bahwa saat menikah mengaku duda, karena hal itu haram hukumnya. Dia mengaku, sampai saat ini istri sahnya tetap Hj Nur Rohimah Aceng Fikri. Namun, Aceng mengakui, sejak tiga tahun lalu dirinya memang ada masalah dengan Nur Rohimah. Karena tak ingin melanggar aturan, dia akhirnya menikahi Fani secara agama.

Aceng mengakui, sejak menjadi bupati, dirinya memiliki banyak kesibukan sehingga sulit berkomunikasi dengan istri, anak, serta tim sukses pendukungnya seperti sebelum dirinya menjadi bupati. Dia melihat akar permasalahannya adalah kurang komunikasi.
Terkait tuduhan proses cerai yang hanya lewat SMS, menurut Aceng, SMS tersebut merupakan penegasan dari talak secara lisan yang dijatuhkannya kepada Fani. Alasannya, saat itu dirinya akan berangkat umrah dan menerima banyak tamu.

Aceng mengaku punya alasan kuat menceraikan Fani. Namun, dia menolak membeberkan hal tersebut karena tidak ingin mengungkapkan aib orang lain kepada publik. “Alasannya tentu ada. Saya kira tidak etis kalau saya ungkap, apalagi jadi konsumsi publik. Yang pasti, ada hal yang sangat tidak sesuai dengan harapan saya pada dia,” katanya.

Soal adanya tuduhan melecehkan perempuan, menurut Aceng, dirinya sangat menghargai Fani. Saat pernikahan saja, maskawin yang diberikannya adalah emas seharga Rp 50 juta ditambah uang tunai Rp 100 juta. Menurut Aceng, jumlah belum termasuk barang-barang berharga lain yang juga diberikan kepada Fani.
Aceng mengaku akan berupaya agar masalahnya segera selesai secara baik-baik.
Sementara itu, warga Garut mulai bereaksi. Kemarin (2/12) para tokoh masyarakat dan agama yang tergabung dalam Komite Penyelamat Garut (Komat) mengadakan pertemuan. Hasilnya, mereka menelurkan Resolusi Limbangan. Salah satunya mendesak DPRD Garut menggunakan hak mosi tak percaya dan meminta ke Mendagri agar mencopot Aceng. (Zainal Miftahuddin, garut) (117)

Sumber : Batampos
Bersambung Silahkan Klik disini....

Warga Bengkoh Harapan Satu Tolak Pemasangan Plang Perusahaan

PERWATA BATAM
 
Laporan Tribunnews Batam, Iswidodo
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Puluhan warga nyaris bentrok dengan beberapa orang utusan PT Bintang 99, yang akan memasang plang nama di pinggir jalan di RT 03 RW 8  Bengkong Harapan Satu(BHS), Bengkong, Sabtu (1/12) siang.

Bentrok berhasil dicegah setelah petugas provost dan Kapolsek Bengkong datang melerainya.

Plang tersebut menerangkan bahwa lahan dimaksud adalah milik PT Bintang 99 dan akan segera dibangun.

Para warga yang tinggal di lahan tersebut marah dan menentang adanya plang tersebut. Alasan warga, lahan seluas sekitar 8 ribu meter yang mereka tempati masih dalam proses di Otorita.

"Kami sudah tinggal di sini sejak lama. Ada yang tahun 86, 89, 92 dan sudah mengajukan permohonan ke Otorita sejak 1989 hingga 2002 untuk pemutihan supaya bayar UWTO. Belum juga OB keluarkan surat, tapi anehnya tiba-tiba tahun 2006 OB bilang sudah ada pemiliknya," kata Azwardi mewakili 48 KK di wilayahnya.

Editor : imans_7811
 
Sumber : Tribun Batam
Bersambung Silahkan Klik disini....

Suporter Malaysia Hadang Pendukung Indonesia di Bukit Jalil Besar Kecil Normal

PERWATABATAM 

 

Kuala Lumpur - Kelompok suporter Malaysia sempat menghadang suporter Indonesia untuk memasuki Stadion Nasional Bukit Jalil, Sabtu sore, 1 Desember 2012, sekitar pukul 16.45 waktu Kuala Lumpur. 

Beberapa orang dengan atribut merah-putih sempat menjadi korban pemukulan. Dari atribut yang digunakan, kelompok suporter Malaysia berasal dari Ultras Malaya. Kelompok suporter Malaysia itu mendesak suporter Indonesia ke arah Stasiun Bukit Jalil, yang berada di sisi utara stadion. 

Suasana sempat memanas. Kedua kelompok suporter saling berhadapan dan meneriakkan yel masing-masing. Suasana panas sempat mereda dan pendukung Indonesia berangsur kembali mendekati stadion. Namun beberapa orang tanpa atribut kembali menyerang suporter Indonesia dan membuat situasi kembali panas. 

Beruntung, polisi melerai dan mengamankan situasi. Sebagai antisipasi pecahnya keributan kembali, polisi mengarahkan pendukung Indonesia memasuki stadion. Kondisi di sisi utara tersebut berbeda dengan sisi lain stadion. Pendukung Indonesia dan Malaysia berbaur dan berfoto bersama. 

Meski menyanyikan yel masing-masing, tidak ada gesekan fisik di antara mereka. Pertandingan Indonesia-Malaysia sendiri dimulai pukul 20.45 waktu Malaysia atau 19.45 WIB.

 Pertandingan nanti akan menentukan nasib kedua tim untuk melaju ke babak semifinal. Malaysia wajib menang untuk lolos. Adapun Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang. 

ARIE FIRDAUS

foto
Dua suporter Indonesia terjatuh di kolam saat berusaha melarikan diri dari hadangan suporter Malaysia di depan stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, (1/12). ANTARA/Prasetyo Utomo

Sumber : Tempo

Bersambung Silahkan Klik disini....

Mari Mangana Kampuang


PerwataBatam

 

1. Nan baiak iyolah budi, nan indah iyolah Bahaso Artinya ; yang paling berharga dalam kehidupan mudo mudi adolah budi pekerti yang baik , serta sopan santun.

2. Nan buto pahambuih lasuang, nan pakak pamasang badia, Nan lumpuah panghuni rumah , nan patah pangajuik ayam Nan binguang kadisuruah-suruah,nan cadiak bao ba iyo Nan kayo bakeh batenggang Artinya ; kasado urang dapek dimanfaatkan , mulia,hina, kayo, miskin,sempurna cacat, pandai dan bodoh adoh manfaatnyo

3. Nagari bapaga undang, kampuang bapaga buek. Tiok lasuang ba ayam gadang, salah tampuah buliah diambok. Artinya ; patuhilah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat , karao satiok masyarakat mempnyai norma-norma sendiri.

 4. Pucuak pauah sadang tajelo, panjuluak buah ligundi. Nak jauah silang sangketo, pahaluih baso jo basi. Artinya ; agar terjauh dari silang sangketo dalam pergaulan perbaiki budi pekerti , bahasa sifat sopan dan santun.

5. Raso aia ka pamatang, raso minyak ka kuali, Nan bakabek rasan tali, nan babungkuih rasan daun. Artinya seseorang yang mempunyai hubungan kekeluargaan, sedarah, sekampung,senagari, sanegara akan salalu berpihak dalam pembelaan keluarganya.

6. Senteang bilai mambilai, panjang karek mangarek Artinya : hendaknya memberikan pertolongan kapado kawan yang sadang mangalami kasusahan, dan mambari nasehat kalau inyo alah terlanjur.

7. Saumpamo aua jo tabiang, umpamo ikan jo aie. Artinya : pergaulan yg baik saling membantu dan menguatkan serta saling membutuhkan.

8. Tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum ambun Tarapuang samo hanyuik, tarandam samo basah. Artiya : karajo samo dalam masyarakat, kasatuan hati dan pikiran , kesatuan pandapek dan gerak adolah pokok utamonyo.

9. Tagak indak tasundak, malenggang indak tapampeh. Artinya : Seseorang yang punya wewenang dan wibawa.

10.Ukua jo jangko kok indak tarang, susunan niniak moyang kito dek rancak kilek loyang datang, intan disangko kilek kaco. Artinya : kebudayaan minang akan hilang dengan kebudayaan lain, kalau awak tidak mancintai dan mengamalkan sarato mambudayokannyo.

11. Papek dilua runciang didalam, talunjuak luruih kalingkiang bakaiek artinya ; sifat yang sangat tercela, mulut manis tapi hati jahat , busuk, iri dan dengki. Bak kicek urang kini ‘ buaya darat busyeet’

Pangka kusuik ujuang bakaruik, ikua kupiak kapalo randah. Artinya ; seseorang yang salalu basifat ragu dan enggan karano kurang pengetahuan dan panakuik.

12. Raso kabarek dilapehkan, raso kasulik dielakkan , bak cando mangganggam baro artinya seseorang yang tidak bertanggung jawab kepado tugas dan kewajibanya.

13. Umpamo jawi balang puntuang,didulukan inyo manyipak. Dikamudiankan inyo mananduak. Artinya : sifat seseorang yang tidak baik, mau menang sendiri, tidak memikirkan keselamatan orang lain, yg diutamakan kepentingan sendiri, sedangkan inyo sendiri indak punyo kemampuan.

14. Urang pamanggok lapa paruik, urang parentak gadang kanai. Artinyo : seseorang yang mudah tasingguang, dan pemarah, sifat-sifat yang dihindari.

15. Tasingguang kanai miangnyo, tangisia kanai rabehnyo. Artinyo : Kesalahan yang dibikin seseorang, merembet-rembet kapado urang lain.

16. Tak laju bandiang mamacah, tak laju dandang di aia, digurun di tajakkan juo. Artinyo : seseorang yang berpikiran jahat kepada orang lain , selalu berusaha untuk melaksanakannya dimanapun jua.

17. Tinggi lonjak gadang galapuah, nan lago dibawah sajo. Artinyo : seseorang yang senantiasa serba bisa dihadapan orang lain yg tidak tahu, padahal dia tidak mengetahuinya, kosong belaka.

18. Dek ribuik rabahlah padi, dicupak datuak tumangguang kok hiduik indak babudi, duduak tagak kamari cangguang. Artinya : urang yang tidak ado budi pekertinyo dimano-mano susah utk manyasuaikan diri.

19. Tarandam-randam indak basah, taapuang-apuang indak hanyuik. Artinyo : suatu permasalahan yang indak jaleh kasalasainyo, salasai tidak diusutpun tidak, sarupo kasus korupsi dinagari awakko…… Bersambung Silahkan Klik disini....

Bagaimanakah kabar Putra/i Minang di Pulau Batam.










Barabab Bambia badendang Dalam Acara Pagelaran adat di batam


Randai Budayo kito yang harus kito lestarikan
untuak manjunjuang tinggi nilai nilai kebudayaan minang












Dari mana saja kamu tadi.... antahlah saya tak tau itu... berapa haraganya Pak..... kapan kamu samapi kesini ?......... itulah kutipan dari perkataan warga yang berasal dari Minang kabau yang baru belajar Bahasa Indonesia...

Entahlah kenapa sekarang saya heran, banyak sekali warga minang berbahasa Indonesia sesama warga Minang... hingga dikeluarga sendiripun mereka berbahasa Indonesia. Jika Putra/I minang tidak membiasakan berbahasa minang kemungkinan besar " BAHASA MINANG KABUAU tinggal KENANGAN "

LAST OF MEMORY............ Ayo berbahasa minanglah sesama warga Minang.....biar tak Hilang Minang dimakan Usia.....





MARI BERGABUNG DI BLOG GEMA BATAM Bersambung Silahkan Klik disini....
ngukus ngukus ngukus